Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memiliki tugas mengendalikan operasi hulu migas, mulai dari dari mencari, eksplorasi, kemudian discovery, membangun fasilitas sampai produksi, yang dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan migas yang biasa disebut dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Demikian dikatakan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dalam sambutannya pada acara “Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Pemanfaatan Gas dari Lapangan-Lapangan Idle di Indonesia”, di Jakarta (7/6/18). 

 

“Kebetulan di lapangan kita yang sudah ada itu sebagian discovery-nya berbentuk gas, ada juga yang minyak, kemudian sebagian lagi ada gas dan minyak, dan sebagian lagi dari sisi volume itu ada yang jumlahnya kurang begitu besar. Jadi kalo dibangun fasilitas yang besar, maka tidak ekonomis. Tapi business is business,” ujar Amien.

 

Urusan penemuan cadangan, baik jumlahnya besar atau kecil, tergantung kepada para pelaku bisnis dalam melihat hal tersebut. Dalam kesempataan ini, ditampilkan cadangan-cadangan yang pada umumnya masih belum dikomersialkan.

 

“Barangkali dengan melihat ini, teman-teman dari bisnis gas maupun dari teknologi gasnya akan memiliki ide dan solusi bagaimana mengembangkan cadangan menjadi bisnis yang real,” papar Amien.

 

Amien pun meyakini jika dari pihak KKKS sebagai target seller-nya adalah dapat menjual gas sebanyak mungkin. Sementara itu, target untuk calon buyer yaitu ada gas yang bisa dibeli, baik yang digunakan sendiri maupun oleh pihak lain. Kalau untuk technology provider, tujuannya adalah bagaimana agar teknologi tersebut bisa dipakai pada situasi yang cocok. Sedangkan, sasaran untuk transporter tentunya adalah bagaimana layanan transportasinya bisa dijual. “Dengan demikian, meski memiliki tujuan yang berbeda, namun jika diintegrasikan, semua pihak bisa bekerja sama dengan baik,” tutup Amien.

 

Sebagai informasi, untuk ke depannya wilayah yang memiliki banyak gas yakni berada di Indonesia bagian timur. Dan, untuk yang existing saat ini ada di Sulawesi, Kalimantan, Jawa Timur, Sumatera, serta Natuna.