Dalam mendukung kegiatan eksplorasi hulu migas di Indonesia yang lebih meningkat dan lebih efisien, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah membuat terobosan-terobosan khususnya dalam kegiatan pengadaan barang/jasa komoditas yang strategis. Sejak awal tahun 2018, SKK Migas dengan PT Pertamina (Persero) (Pertamina) telah menyempurnakan kesepakatan yang telah dibuat sejak tahun 2014 terkait jaminan suplai, pelayanan dan harga khusus bagi industri hulu migas untuk komoditas bahan bakar minyak (BBM), pelumas dan oil base mud produk Pertamina.

 

Deputi Pengendalian Pengadaan Tunggal pada acara sosialisasi dari Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh SKK Migas bersama dengan Pertamina, (18/5) kepada KKKS Eksplorasi, mengungkapkan bahwa kegiatan operasi hulu migas harus efektif dan efisien, untuk meningkatkan produksi migas tentunya kegiatan eksplorasi harus didukung penuh dan perlu diberikan perhatian yang khusus. Kesepakatan ini tentunya sangat penting untuk memberikan kelancaran kegiatan eksplorasi melalui jaminan suplai dan biaya yang lebih efisien.

 

“Dengan melakukan terobosan-terobosan, diharapkan memberikan kemudahan bagi kegiatan eksplorasi hulu migas dengan biaya yang lebih efisien serta nantinya diharapkan dapat ditemukan giant discovery” lanjut Tunggal.

Tunggal mengatakan optimalisasi layanan ini diperkirkan akan dapat menghemat cost recovery sebesar US$63.014.919,31 dalam kurun waktu 5 tahun. Penghematan ini berasal dari diskon pembelian BBM dan pelumas.

 

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas Erwin Suryadi, mengatakan bahwa pencapaian efisiensi industri hulu migas akan sangat dipengaruhi oleh sinergi yang terus menerus dengan partner strategis. Selain menggunakan kesepakatan yang telah dibuat oleh SKK Migas, KKKS Eksplorasi juga didorong untuk bersinergi dengan KKKS Produksi dalam melaksanakan pengadaan, diantaranya melalui pengadaan bersama, farm-in contract dan lain sebagainya.

 

“Pemanfaatan fasilitas dari pengadaan bersama baik untuk peralatan seperti menara pengeboran, peralatan-peralatan, serta pemanfaatan diskon yang sudah diupayakan oleh SKK Migas dengan bernegosiasi secara aktif dengan pihak seperti Pertamina ini akan ini sangat membantu bagi KKKS Eksplorasi mengingat tuntutan dari kontrak eksplorasi yang mengharuskan kontraktor bekerja efisien karena biaya masih menjadi risiko dan tanggungan sendiri. Tak kalah penting juga bahwa kerjasama strategis ini adalah untuk menjamin suplai bagi kelangsungan operasi hulu migas,” kata Erwin.

 

Inisiatif dari SKK Migas juga diapresiasi oleh pihak Pertamina yang diwakili oleh Arief Prianto sebagai Key Account Industry Manager, yang dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa Pertamina siap mendukung kelancaran industry hulu migas Indonesia dan berharap agar produk Pertamina seperti Lubricant maupun Petrochemical dapat juga dimanfaatkan secara maksimal oleh Industri Hulu Migas Indonesia.

 

Para kontraktor eksplorasi yang hadir dalam kegiatan ini juga menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh Bidang Pengendalian Pengadaan SKK Migas, karena kemudahan dalam melakukan deal bisnis seperti ini, yang memang sangat dinantikan dan akan menjadi sarana untuk memacu semangat para kontraktor dalam melakukan proses eksplorasi di bumi pertiwi Indonesia. Dan semoga dengan terobosan ini, adanya “giant discovery” adalah sebuah keniscayaan.