NatunaSebagai wujud komitmen dan partisipasi kegiatan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) kepada daerah, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna Ltd dan Premier Oil Natuna Sea BV melakukan serangkaian kegiatan di Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna tanggal 12-13 Mei 2018. Rangkaian kegiatan tersebut dimulai dengan serah terima program tanggung jawab sosial (TJS) yang dilaksanakan di Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna yang berbatasan langsung dengan Negara Vietnam. Program TJS yang diserahkan adalah pelantar laut (akses jembatan ke arah laut yang menjadi dermaga untuk kapal masyarakat) dan seperangkat alat radio komunikasi untuk pemantauan nelayan di perairan Natuna.

Hadir dalam kegiatan serah terima program TJS tersebut, Bupati Natuna yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna Wan Siswandi, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara yang diwakili Manajer Senior Hubungan Masyarakat Haryanto Syafri, Camat Pulau Laut, Perangkat Organisasi Perangkat Daerah, Manajemen KKKS Medco E&P Natuna Ltd, Manajemen KKKS Premier Oil Natuna Sea BV, serta masyarakat Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut.

Dalam sambutannya, Haryanto Syafri merasa sangat terhormat dapat berpartisipasi dalam program pembangunan Pulau Laut. Program TJS ini merupakan wujud dari kesepakatan bersama antara SKK Migas dan KKKS di wilayah Kepulauan Riau dalam bersinergi untuk membangun daerah, khususnya Kabupaten Natuna.

“Kami sangat berharap pembangunan pelantar ini dapat mendukung kelancaran transportasi dan pertumbuhan ekonomi agar dimanfaatkan dan dijaga dengan sebaiknya. Mengingat semakin banyaknya pertumbuhan pengguna sepeda motor, tentu perlu perhatian khusus agar tidak terjadi kecelakaan di pelantar,” sambung Haryanto.

Sekda Kabupaten Natuna Wan Siswandi menyampaikan bahwa pemerintah mempunyai perhatian besar pada daerah perbatasan. Berbagai program dari pemerintah pusat, provinsi, daerah, hingga desa telah dilaksanakan di Kabupaten Natuna. Lebih dari itu, program-program TJS perusahaan yang dalam pelaksanaannya diakomodir pemerintah daerah melalui komite pengembangan masyarakat sektor hulu migas Kabupaten Natuna, dilakukan pengawasan agar saling bersinergi dan tidak tumpang tindih.

“Pemerintah Kabupaten Natuna mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi perhatian dari kegiatan hulu migas, terutama SKK Migas bersama dengan KKKS yang berada di wilayah Kabupaten Natuna yang telah melakukan kegiatan pengembangan masyarakat melalui program-program TJS, kami selaku pemerintah daerah juga mengharapkan agar program-program seperti ini dapat berkelanjutan dalam upaya membangun daerah perbatasan,” tambah Wan.

Sejalan dengan kegiatan tersebut, SKK Migas bersama KKKS Wilayah Kepulauan Riau melakukan kegiatan monitoring kegiatan TJS yang telah dilakukan sejak 2013 hingga 2016 di beberapa desa di Kabupaten Natuna seperti program bedah rumah, jogging track, dan 25 unit penerangan jalan tenaga surya di Pantai Kencana, pelantar desa. Selain itu, tim SKK Migas bersama KKKS Medco E&P Natuna Ltd dan Premier Oil Natuna Sea BV juga melakukan survei dan analisa kondisi rencana bantuan TJS tahun 2018 di Pantai Kencana, Desa Mekar Jaya dan Bunguran Batubi berupa rencana pembangunan taman bermain anak dan taman umum yang dilengkapi outdoor gym, budidaya ketam bakau (penggemukan), dan bantuan sarana prasarana di rumah baca. (Fwd)