Jakarta--Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan dalam pembukaan the 42nd Indonesian Petroleum Association Conference and Exhibition 2018 (The 42nd IPA Convex) , Rabu (2/5), di Jakarta.

Presiden mengatakan bahwa industri migas sudah ada dari 120 tahun lalu. Pada revolusi industri 2.0, industri migas mengubah komoditas minyak bumi menjadi basis era industri baru. Migas menjadi penopang energi berbagai sektor.

"Energi terbarukan terus meningkat, yang mana saat ini kendaraan listrik di dunia mengurangi permintaan 279.000 barel minyak perhari. Namun, migas tetap dibutuhkan di tahun-tahun yang akan datang." ucap Presiden Joko Widodo.

Presiden menambahkan saat ini masuk dalam Revolusi industri 4.0 yang mana pada tahun 2018 hanya ada satu perusahaan migas yang masuk dalam 10 perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di seluruh dunia.

"Sedangkan di tahun 2010 terdapat lima perusahaan migas yang masuk daftar 10 perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di seluruh dunia." ujarnya.

Presiden menjelaskan regulasi migas di Indonesia masih kurang kondusif bagi para investor. Regulasi sektor migas harus dipangkas lagi untuk memudahkan investor sektor migas masuk ke Indonesia.

Presiden memberi arahan agar One Single Submission (OSS) dapat terwujud di bulan depan. Dengan adanya OSS memudahkan mengurus izin di satu gedung, tidak lagi mengurus izin ke berbagai Kementerian.

“Kami mengajak anak muda cemerlang masuk sektor migas.Minyak dan gas bumi akan tetap menjadi basis era industri baru. Investasi semakin mudah, 186 izin dipangkas. Perizinan diproses dalam satu gedung, pendaftaran di daerah bisa diproses di pusat,”. ujar Presiden Joko Widodo.