Jakarta—Sekretaris SKK Migas Arief Setiawan Handoko  membuka perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ke-73 di tahun 2018, Senin (16/4). Dalam kesempatan yang sama Arief juga menyampaikan key note speech tentang kondisi industri hulu migas saat ini.

“Saat ini hal yang paling penting untuk dilakukan adalah eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru yang akan menopang kebutuhan energi primer nasional,” ujar Arief.

Sampai awal 2018, di bawah permukaan bumi dan air Indonesia diidentifikasi 128 cekungan yang memiliki kemungkinan adanya kandungan hidrokarbon. Kandungan hidrokarbon ini adalah kekayaan alam membentuk minyak dan gas bumi (migas). Dari semua cekungan tersebut, terdapat 74 cekungan yang sama sekali belum dieksplorasi. Oleh karena itu diperlukan eksplorasi yang masif baik di darat (onshore) maupun (offshore) untuk mengidentifikasi kandungan hidrokarbon tersebut agar pada akhirnya bisa diketemukan cadangan migas baru.

Kegiatan eksplorasi ini memerlukan dukungan semua pihak terutama untuk memudahkan perizinan, memuluskan pembebasan lahan, meminimalkan pungutan, dan memfasilitasi penyelesaian aspek sosial apabila muncul.

Arief mengatakan dukungan bagi eksplorasi juga diharapkan bisa muncul dari sektor keuangan. “Harga minyak yang sedang membaik memperbaiki keekonomian di hulu migas dan menumbukan optimisme dalam berinvestasi di sektor hulu migas,” ujarnya. (AAP)