Penandatanganan KKS Gross Split WK Selat Panjang

Perwakilan Jawa, Bali & Nusa Tenggara

Tue, 15 October 2019 08:36 David Pratama

Home Berita


Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas terus berupaya untuk meningkatkan cadangan migas nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melelang wilayah kerja kepada calon investor untuk selanjutnya dilakukan kegiatan eksplorasi. Tanggal 14 Oktober 2019 SKK Migas menandatangani KKS Gross Split hasil penawaran wilayah kerja migas konvensional tahap I tahun 2019 yang dimenangkan oleh konsorsium PT. Sumatera Global Energi dan Zamatra Bakau Straits ltd. Penadantangan ini dilakukan oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dengan Direktur Utama kedua perusahaan kontraktor tersebut dengan disaksikan oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Plt Dirjen Migas Djoko Siswanto di kantor Kementerian ESDM. Hadir pula Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman beserta jajaran Deputi SKK Migas dan pejabat lainnya di Kementerian ESDM.

Pada penandatangan ini Pemerintah mendapatkan signature bonus sebesar USD 5 juta dan komitmen kerja pasti untuk kegiatan studi G&G, seismic 2D 500 km, seismic 3D 200 km di 6 sumur eksplorasi dengan total komitmen kerja pasti sebesar USD 74 juta.


SKK Migas akan terus aktif mempromosikan hulu migas di Indonesia yang saat ini masih memiliki potensi yang besar. Indonesia Indonesia memiliki 128 cekungan, dan dari jumlah tersebut yang sudah di eksplorasi sebanyak 54 cekungan dan yang sudah berproduksi sebanyak 18 cekungan. Maka masih ada 74 cekungan dengan potensi 7,5 miliar barrel, yang disitulah terkandung harapan akan penemuan migas dimasa mendatang.


Semakin banyak aktivitas eksplorasi maka akan memberikan harapan peningkatan produksi migas dimasa mendatang. Saat ini SKK Migas aktif menawarkan 10 potential giant discovery kepada para investor termasuk internasional oil company (IOC)

Top