Menjalankan Amanat Hulu Migas Makin Agresif Menuju Target 1 Juta Barel

Berita KKKS Kantor Pusat Jakarta

Mon, 29 August 2022 14:13 David Pratama

Home Berita

Jakarta – 17 Agustus 2022. Setahun berselang, Presiden Republik Indonesia dalam lampiran pidato kenegaraan 16 Agustus 2021 menyampaikan amanatnya agar industri hulu migas untuk meningkatkan produksi minyak dan gas nasional yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) di tahun 2030. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyiapkan 5 (lima) strategi utama yaitu: optimalisasi produksi lapangan existing, transformasi sumber daya contingent ke produksi, mempercepat chemical enhanced oil recovery (EOR), menggalakkan kegiatan eksplorasi migas; dan mempercepat peningkatan regulasi melalui one door service policy (ODSP) dan insentif hulu migas.

Komitmen untuk mencapai target tersebut telah ditunjukkan dengan program kerja tahun 2022 yang masif dan agresif, dengan beberapa aktivitas hulu migas melampaui sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Semangat melakukan kegiatan extra ordinary meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19, ditunjukkan industri hulu migas dengan program pengeboran sumur pengembangan yang sangat agresif dan masif. Hingga 31 Juli, jumlah sumur yang dibor telah terealisasi 419 sumur pengembangan, atau hampir 2 (dua) kali lipat dari pemboran pada Juli 2021 yang mencapai 220 sumur (year on year/YOY 190%)”, kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Jakarta (17/8).

Dwi menambahkan bahwa terdapat sejumlah indikator kinerja industri hulu migas yang menunjukkan hasil yang menggembirakan, antara lain: reserve replacement ratio (RRR) mencapai 79% dari target 100% dengan penambahan cadangan selama periode in adalah sebesar 501,5 juta barrel minyak ekuivalen (MMBOE), dengan komitmen investasi mencapai US$ 9,6 Milyar atau sebesar Rp. 139 Triliun.

“Pada saat situsi perekonomian belum sepenuhnya pulih, kontribusi hulu migas bagi penerimaan negara sangat dirasakan , yang sampai Juli 2022 sudah mencapai US$ 11,05 miliar atau sekitar Rp 160 Triliun. Capaian ini adalah sebesar 111% dari target APBN sebesar US$ 9,95 Miliar,atau 66,1% dari target APBN-P 2022 sebesar US$ 16.7 miliar”, imbuh Dwi.

“Industri hulu migas berhasil menjaga operasional secara efisien sehingga berdampak pada terjaganya biaya cost recovery sebesar US$ 3.88 Miliar atau 44.8% dari ketetapan APBN sebesar US$ 8,65 miliar. Hal ini tentu memberikan kontribusi pada penerimaan negara yang menjadi lebih optimal”, ujar Dwi

Untuk menjaga kehandalan operasional hulu migas guna mencapai target tahun ini dan menjadi pondasi bagi peningkatan produksi jangka panjang, SKK Migas dan KKKS telah melakukan upaya untuk meningkatkan pengeboran sumur, workover & well service. Kemudian mengurangi unplanned shutdown, mempercepat proyek on stream dan mempercepat program filling the gap. Langkah lainnya adalah melakukan strategic alliance: no cure no pay & new KSO, serta percepatan komersialisasi gas.

Industri hulu migas mendukung sepenuhnya target net zero emission yang telah dicanangkan Pemerintah untuk membebaskan Indonesia dari emisi karbon di tahun 2060. Dwi mengatakan bahwa hulu migas telah mengurangi emisi dalam operasional, zero flaring, CCUS, dan lainnya. Komitmen lainnya adalah dengan menargetkan penanaman pohon yang untuk tahun ini mencapai 1,7 Juta Pohon dengan realisasi hingga bulan Juli mencapai 538 Ribu.

“Kami menyadari, bahwa hulu migas yang sudah mencapai 71 tahun memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional sejak berproduksi pertama kali di tahun 1951 perannnya akan semakin dibutuhkan untuk mengantarkan bangsa Indonesia menuju fase pembangunan berikutnya yang tanpa emisi karbon. Oleh karena itu, perjalanan industri hulu migas kedepannya masih sangat dibutuhkan. Maka,target 1 juta barel dan 12 BSCFD adalah ladang perjuangan bagi insan hulu migas untuk meneruska cita-cita para pahlawan kemerdekaan”, terang Dwi.

Gegap gempita peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momen yang istimewa bagi industri hulu migas karena pandemi covid 19 sudah lama membatasi segenap insan industri hulu migas berkumpul bersama. Segenap insan industri hulu migas, para pejuang satu juta barel di seluruh penjuru Indonesia merayakan dan memperingati Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia secara serentak di kantor SKK Migas pusat, di kantor SKK Migas Perwakilan di 5 wilayah dengan mengundang perwakilan manajemen KKKS serta pelaksanaan upacara di kantor dan lapangan KKKS dengan inspektur upacara membacakan amanat Kepala SKK Migas.

“Hari ini kita saksikan semangat industri hulu migas dalam peringatan kemerdekaan di seluruh Indonesia. Kita lihat tekad kuat dan kekompakan para pejuang hulu migas pada momentum yang istimewa ini, untuk bersama-sama membenahi diri secara fundamental. Untuk melakukan transformasi besar dalam pengelolaan energi yang peranannya semakin strategis pada era transisi dan dukungan pembangunan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat”, pungkas Kepala SKK Migas

TENTANG SKK MIGAS

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah institusi yang dibentuk oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. SKK Migas bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. Pembentukan lembaga ini dimaksudkan supaya pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

========================================================================

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi

Mohammad Kemal

Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas

Email: [email protected]

Telp : 08121077217

Top