Kunjungi MNC Group, Paparkan Strategi Tingkatkan Cadangan Migas

Perwakilan Jawa, Bali & Nusa Tenggara

Tue, 22 October 2019 10:53 David Pratama

Home Berita

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, didampingi Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman, Sekretaris Murdo Gantoro, Deputi Perencanaan Jaffee Arizon Suardin, Deputi Operasi Julius Wiratno dan Kadiv ProKom Wisnu P Taher mengunjungi redaksi MNC Group di Gedung Sindo pada tanggal 21 Oktober 2019. Pada kunjungan tersebut rombongan SKK Migas diterima oleh Pung Purwanto Direktur Pemberitaan dan Konten Sindo News, Pimred INews.Id, penanggung jawab produksi RCTI, Pimred Trijaya FM South Asia, Pimred Okezone.com, Pimred Koran Sindo dan Sindonews.com serta jajaran pimpinan redaktur lainnya.

Menjawab pertanyaan dan keingintahunan publik termasuk pertanyaan serupa dari jajaran Pimred di MNC Group tentang masa depan hulu migas di Indonesia, Kepala SKK Migas memaparkan bahwa kita sering melupakan bahkan tidak melihat ada 119 cekungan yang belum dieksplorasi dari total 128 cekungan migas yang ada di Indonesia. Sering kali hanya terjebak pada produksi dan lifting migas saat ini yang dihasilkan dari 19 cekungan yang telah berproduksi dan sebagian besar telah berproduksi dalam jangka waktu puluhan tahun yang perlahan tingkat produksi menurun, serta kandungan air yang tinggi dibandingkan minyak yang diperoleh. Sebagai contoh di lapangan Minas yang dari 100% terangkat, kandungan air mencapai 99% dan hanya 1% minyak sehingga harus dilakukan penanganan lebih lanjut agar dapat dijual/dimanfaatkan. Meskipun hasil produksi lapangan Minas membutuhkan penangan operasi yang lebih ketat dan kompetitif, dengan tingkat produksi minyak sebesar 90 ribu barrel per hari maka lapangan Minas masih menarik dan tetap menjasi salah satu tulang punggung produksi minyak nasional.

Bisnis migas adalah bisnis jangka panjang, membutuhkan waktu yang lama dari sejak proses eksplorasi sampai dengan produksi. Untuk meningkatkan produksi migas nasional dan meningkatkan cadangan agar produksi dapat terus berkelanjutan dan dapat dimanfaatkan untuk generasi mendatang, maka Pemerintah bersama SKK Migas sedang berupaya meningkatkan cadangan migas dengan menggiatkan investasi eksplorasi.

Bekerjasama dengan ahli migas dan setelah melakukan berbagai penelitian dan analisa data, saat ini SKK Migas telah memetakan ada 10 potensial giant discovery yang jika berhasil ditemukan, akan dapat meningkatkan cadangan migas nasional secara signifikan. Untuk mendorong peningkatkan eksplorasi Migas sebagai syarat awal peningkatkan cadangan migas nasional, SKK Migas melakukan langkah-langkah antara lain, pertama membuka akses data tentang migas di Indonesia, secara spesifik data potensi 10 giant discovery kepada investor dalam dan luar negeri kemudian SKK Migas aktif melakukan promosi investasi migas di perusahaan migas internasional untuk menambah investasi bagi yang telah memiliki operasi di Indonesia, ataupun mengajak perusahaan migas internasional yang belum memiliki wilayah operasi di Indonesia. Keberhasilan penemuan cadangan gas di Blok SakaKemang sebesar 2 triliun cubic feet (TCF) adalah bukti diaera yang sudah diekploitasi lama masih menyimpan potensi migas, apalagi area baru yang telah memiliki data yang diyakini akan menjadi lokasi penemuan lapangan raksasa.


Strategi Pemerintah dengan mengikat investor untuk melakukan investasi dengan komitmen kerja pasti adalah salah satu langkah lebih lanjut untuk merealisasikan rencana investasi migas, termasuk di sektor ekplorasi. Dalam kurun waktu 2018-2027 komitmen kerja pasti dalam bentuk uang yang sudah disetorkan ke Pemerintah mencapai sekitar US$ 2,4 miliar untuk 24 wilayah produksi.

Top