Kepala SKK Migas Optimis Second Golden Era Industri Migas Dapat Terwujud

Kantor Pusat Jakarta

Thu, 10 October 2019 09:21 David Pratama

Home Berita

Menyambung ucapan selamat HUT ke-96kepada Subroto sebagai Bapak dan Tokoh EnergiIndonesiaoleh Pendiri Medco Arifin Panigoro di acara Sarasehan Nasional ke-2 Aspermigas, mengawali sambutannya Kepala SKK menyampaikan bahwa usia adalah angka-angka, dan yang paling penting adalah kemampuan dan kapabilitas untuk terus memberikan kontribusi bagi pembangunan di Indonesia.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan permohoan maaf dari Menteri ESDM Bapak Ignasius Jonan karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan sehingga tidak bisa hadir memberikan sambutan pembukaan Sarasehan Nasional Aspermigas ke-2 dan menugaskan Kepala SKK Migas untuk mewakili.

Pada kesempatan ini, Kepala SKK Migas juga menyampaikan apresiasi kepada Pendiri dan Pemilik Medco Bapak Arifin Panigoro yang sangat layak menjadi tokoh dan guru kita semua di bidang migas atas keberhasilan Medco menjadi the second biggest migas di Indonesia dan meraih kinerja dan prestasi internasional.

Serasa bernostalgia, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyapa dan menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr Sugiharto.“Beliau adalah gurusaya dan memberikan kesempatan saya untuk berkiprah di BUMN. Saat ramai spin off sebagai euphoria reformasi, Pak Sugiharto tetap fokus pada penyatuan BUMN dan menugaskan saya dari kampung menjadi Dirut Semen Gresik yang saat ini telah bertransformasi menjadi Semen Indonesia. Alhamdulillah, penugasan tersebut terus berlanjut sampai sekarang sebagai bagian dari pengabdian untuk bangsa

Indonesia memiliki 128 cekungan, dan dari jumlah tersebut yang sudah di eksplorasi sebanyak 54 cekungan dan yang sudah berproduksi sebanyak 18 cekungan. Maka masih ada 74 cekungan dengan potensi diatas 7 miliar barrel minyak. Ditemukannya giant discovery di Blok Sakakemang menunjukkan bahwa untuk onshore masih memiliki potensi yang besar. Begitupula di lapangan yang telah berhenti beroperasi, semisal di lapangan Arun yang saat ini fasilitas produksi sudah dialih fungsikan menjadi LNG Plant, dan saat ini ada potensi ditemukan cadangan baru di lapangan Arun. Kemudian telah disetujuinya POD Masela setelah lebih dari 18 tahun belum tuntas, maka menjadi kabar yang menggembirakan dan menambah optimis kita semua.

Kepala SKK Migas menambahkan, bahwa saat pertama kali masuk di SKK Migas dan mendapatkan informasi bahwa industri ini telah memasuki fase sunset industry, maka pada saat itu sebagai pimpinan tertinggi di lembaga ini, mencanangkan untuk merubah mindset. Jika sebagai regulator SKK Migas berpikiran industri hulu migas sudah masuk sunset industry, tentu bagaimana dengan para investor dan pelaku industri hulu migas, tentu akan berpikiran lebih pesimis lagi danb bersiap untuk mencari investasi di negara lain. Maka kami canangkan sekarang adalah industri hulu migas adalah sunrise industry dan kita yakin dapat mencapai “Second Golden Era” di industry migas. Pada kesempatan ini pula mengajak seluruh anggota Aspermigas untuk optimis dengan masa depan industri migas di Indonesia sekaligus menjawab pertanyaan dari Johns Karamoy selaku Ketua Umum Aspermigas dan Bapak Arifin Panigoro selaku pendiri dan pemilik Medco.

Tantangan industri hulu migas saat ini adalah biaya investasi yang tinggi, resiko yang banyak sehingga perhitungan IRR harus memasukkan angka yang besar serta periode investasi yang panjang menjadi salah satu kendala. Untuk itu SKK Migas telah menetapkan 4 strategi untuk meningkatkan kinerja industri hulu migas yaitu:

1. Optimasi kegiatan/produksi existing operation

Mencegah decline alamiah 20% melalui penerapan teknologi. Melakukan langkah control terhadap implementasi investasi yang telah diajukan dan disetujui di WPnB termasuk mengontrol proyek yang sudah berjalan. Pengalaman masa lalu ada proyek yang terlambat sangat panjang. Contoh Tangguh 3 yang delay sampai 1 tahun. Dengan proyek yang berjalan 3-4 tahun dengan terlambat 30% akan menambah biaya dan larinya ke Cost Recovery

2. Speed up dari ekplorasi ke produksi

Seperti yang disinggung Pak Arifin, upaya mempercepat proses penyelesaianperijinan dan SKK Migas mendorong mempercepat agar menjadi produksi apakah langsung operator atau kerjasama terkait aspek finansial dan teknologi. Sebagai wakil negara, SKK Migas meminta potensi tersebut agar besa segera di produksi dan komersialisasikan. Mulai bertahap dari upaya pemercepatan POD melalui sertifikasi lapangan kecil yang sudah terbukti. Kemudian ditengah jalan dilakukan revisi POD ketika ada penambahan lapangan yang sudah mendapatkan sertifikasi.

3. Jangka Menengah adalah implementasi EOR

Langkahnya di 2019 diperkecil decline dan 2020 bisa dipercepat. Target 1 juta bisa mulai di 2023 dengan catatan implementasi EOR bisa dilakukan di tahun 2020 dan memberikan dampak di 2023.

4. Mempercepat kegiatan eksplorasi

Indonesia saat ini terus mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak atas peningkatan peringkat investasi. Untuk sektor migas dalam eksekusi invetasi perusahaan minyak dunia akan senantiasa berbicara secara global dan ini harus menjadi perhatian kita semua para stakeholders.

Kewaspadaan terhadap Ekonomi global dan terus memperbaiki iklim investasi migas adalah salah satu cara meningkatkan kinerja sektor hulu migas yang masih merupakan andalan pemasukan negara. Saat ini kontribusi PNPB nasional paling tinggi adalah sektor migas yang mencapai 40% PNP. Indonesia lebih lambat 10 tahun dibandingkan rata-rata dunia dunia dalam invetasi migas. Patut kita syukuri bahwa dalam 2 tahun terakhir 2017-2018 investasi selalu meningkat. Di th 2018 USD 11 miliar dan di tahun 2019 ditargetkan menjadi USD 14,7 miliar. Saat ini, dengan adanya dana komitmen pasti maka investasi sektor migas dapat diperbaiki lebih baik dimasa mendatang.

Investasi kegiatan migas tumbuh secara masif. Sesuai Nawacita kemudahan investasi terus dilakukan. Pemberian sistem fiskal yang lebih fleksibel, penyederhanaan perijinan, perbaikan tata kelola. Buka data, lelang wilayah kerja dan percepatan POD. Sektor Migas akan terus memiliki daya saing. Kondisi harga global energi memberikan pengaruh. Selain investasi adalah menawarkan wilayah kerja barusaat ini SKK Migas sudah dan akan terus melakukan roadshow serta menawarkan 10 potensial area sebagai upaya mencapai road to Giant Discovery

Pemerintah mendukung upaya meningkatkan kapasitas industri migas nasional agar dapat bersaing. Medco dapat berbagi pengalaman dan menjadi benchmark industri migas nasional lainnya untuk menjadi perusahaan global. Di era digital dan revolusi industri 4.0 dapat dimanfaatkan pula oleh industri migas nasional untuk meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan IT dalam berbagai aspek operasi sehingga dapat meningkatkan efisien dalam proses produksi.

Top