Industri Hulu Migas untuk Kesejahteraan Daerah dan Nasional

Kantor Pusat Jakarta Berita KKKS Perwakilan Jawa, Bali & Nusa Tenggara

Thu, 19 May 2022 10:04 David Pratama

Home Berita


Surabaya, 17 Mei 2022 – Industri hulu migas terus memberikan kontribusinya dalam

menciptakan kesejahteraan masyarakat di daerah. Hal ini tak lepas dari besarnya

pendapatan pemerintah daerah dan industri-industri penyokong yang beroperasi di

daerah tersebut. Industri hulu migas hingga kini masih menjadi lokomotif utama dalam

menggerakkan perekonomian melalui kontribusinya yang tidak hanya berupa

penerimaan daerah bagi daerah-daerah yang menjadi penghasil migas, tetapi juga

terlindunginya perusahaan daerah, karena adanya kewajiban bagi Kontraktor Kontrak

Kerja Sama (KKKS) untuk memilih perusahaan daerah di mana suatu proyek berada

untuk pengadaan barang/jasa senilai US$1 juta.

Industri hulu migas terbukti telah berhasil menciptakan multiplier effect (efek

berganda) yang cukup signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian

masyarakat daerah dengan hadirnya bisnis penyedia barang dan jasa lokal,

kesempatan lapangan usaha, kesempatan kerja penyerapan tenaga kerja lokal, dan

adanya tanggung jawab sosial yang diemban setiap KKKS pada wilayah kerjanya.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK

Migas) memfasilitasi pertemuan para pemangku kepentingan (stake holder) industri

hulu migas area perwakilan operasi wilayah Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara

(JABANUSA) di acara Pra kegiatan Forum Kapasitas Nasional wilayah Jabanusa, di

Surabaya, pada 17-19 Mei 2022. Kegiatan ini menjadi forum diskusi, sosialisasi,

sekaligus pameran pihak pabrikan, vendor dan UMKM yang bergerak di industri

penunjang hulu migas.

Pra kegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022 wilayah Jabanusa merupakan bagian

dari rangkaian acara penunjang menuju Forum Kapasitas Nasional 2022, yang akan

diselenggarakan di Jakarta pada 27-28 Juli 2022. Sebelum mencapai acara puncak,

SKK Migas akan melakukan visit ke lima wilayah perwakilan guna mendapatkan

masukan-masukan dari daerah perwakilan sekaligus memetakan peningkatan TKDN

secara maksimal guna menyongsong target produksi 1 juta barel minyak per hari

(BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas (BSCFD) di tahun 2030.

“SKK Migas terus mendorong peran industri nasional maupun lokal di seluruh

pelaksanaan aktivitas industri hulu migas. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan

terjadi kerja sama bisnis di antara pelaku usaha penunjang industri hulu migas, yang

kemudian menciptakan dampak berganda bagi perekonomian nasional,” ujar Plt

Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Rudi Satwiko, di Surabaya, Selasa

(17/5/2022).

Rudi Satwiko menambahkan, kerja sama bisnis di antara pelaku usaha industri hulu

migas lokal dan nasional turut memperkuat kapasitas nasional, untuk mengejar target

produksi 2030, sesuai roadmap SKK Migas menuju produksi minyak 1 juta barel dan

gas 12 BSCFD di tahun 2030. Hal ini sejalan dengan program pembinaan lingkungan,

yang merupakan bagian dari program G-20.

2

SKK Migas sejak 2015 terus mendorong peningkatan Tingkat Kandungan Dalam

Negeri (TKDN) di industri hulu migas untuk memberikan dampak positif bagi

perekonomian nasional. Upaya yang dilakukan SKK Migas tersebut membuahkan

hasil sehingga terjadi peningkatan angka TKDN dari 50 persen di 2015 menjadi 58

persen pada pembelanjaan barang/jasa hulu migas per September 2021. Capaian

tersebut di atas target ditetapkan pemerintah sekitar 50 persen pada 2024 dan

melebihi target 2021 yang ditetapkan SKK sendiri sebesar 57 persen.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas

Erwin Suryadi, menegaskan kembali peranan industri hulu migas yang masih menjadi

kontributor utama bagi perekonomian nasional dan daerah. Keberadaan industri

tersebut, katanya, memberikan kontribusi positif bagi pendapatan sejumlah

pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas, yang secara tidak langsung

memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“SKK Migas bersama dengan KKKS mendorong peningkatan peran industri nasional

maupun lokal di seluruh pelaksanaan aktivitas industri hulu migas demi pencapaian

target TKDN 2022 dan mengejar visi 2030,” ujar Erwin.

Salah satu usaha yang dilakukan SKK Migas, kata Erwin, adalah dengan

mempertemukan kedua belah pihak (business matchmaking) untuk memanfaatkan

peluang pengadaan barang dan jasa hulu migas.

“SKK Migas akan terus berupaya melaksanakan program kerja yang

berkesinambungan dan berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan

penggunaan barang/jasa dalam negeri di kegiatan hulu migas sesuai dengan amanah

pemerintah,” tambahnya.

Selaras dengan hal itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali dan Nusa Tenggara

(Jabanusa), berharap Forum Kapasitas Nasional menjadi wadah yang akan

mempertemukan para pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha, pihak

pabrikan, vendor, serta UMKM-UMKM binaan dalam lingkup industri penunjang hulu

migas di wilayah Jabanusa.

“Banyak industri hulu migas yang beroperasi di wilayah Jabanusa. Diharapkan akan

semakin banyak efek ganda yang dirasakan industri-industri penunjang dan

masyarakat di sekitar wilayah operasi,” kata Nurwahidi.

SKK Migas, katanya, terus melakukan pemetaan potensi-potensi di daerah agar

perusahaan lokal dapat turut andil dalam industri hulu migas dan memberikan efek

berganda yang lebih luas.

Program Pembinaan

SKK Migas dan KKKS bahu-membahu meningkatkan efek berganda pada wilayah

operasi hulu migas melalui kewajiban KKKS untuk melakukan pembinaan melalui

Vendor Development Program. Hal ini merupakan upaya memberdayakan

perusahaan dalam negeri untuk berkembang dan dapat digunakan oleh KKKS.

3

Mitra binaan KKKS Medco E&P Indonesia, PT Indal Steel Pipe, berhasil membukukan

nilai proyek yang meningkat kurang lebih dua kali lipat berkat pembinaan yang

dilakukan SKK Migas dan KKKS. Pembinaan yang dilakukan KKKS membuat

korporasi berhasilkan meningkatkan kualitas dan performa dalam memenuhi

kualifikasi tender proyek yang dilakukan KKKS.

PT Indal Steel Pipe adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufacturing pipa

baja untuk penyaluran air, minyak dan gas, dan juga untuk pipa struktur. Selain itu PT

Indal Steel Pipe juga bergerak di aplikasi coating. Berdiri sejak 13 Oktober 1989, Indal

Steel merupakan bagian dari Maspion Group. PT Indal Steel Pipe aktif dalam ikut serta

dalam program pembinaan KKKS, baik secara formal dan non-formal. Pembinaan dari

sisi formal baru mereka rasakan dari akhir 2019 di bawah pendampingan Pertamina

Hulu Mahakam (PHM), Petronas, dan Medco.

Selain itu terdapat CV Bojonegoro Langeng Control (BLC), yang bergerak di bidang

pengadaan dan sewa peralatan mesin. Perusahaan yang berdiri pada 2016 di

Bojonegara, Jawa Timur tersebut masih berstatus sebagai perusahaan kecil dengan

rata-rata omzet per tahun di kisaran angka Rp6 miliar. Saat awal beroperasi, CV BLC

mengandalkan barang impor untuk dipasok ke pelanggan yang merupakan

perusahaan operator hulu migas. Namun secara perlahan, CV BLC mulai

mengalihkan sumber barangnya dari produsen luar negeri ke produsen di Tanah Air.

Kini CV BLC tidak hanya memasok barang ke ExxonMobil, tapi juga ke beberapa

KKKS lain seperti Petronas, Medco, dan juga Pertamina.

Keberhasilan serupa juga dirasakan PT Teknologi Rekayasa Katup (TRK) yang

sukses menjadi produsen katup/valve untuk memenuhi kebutuhan industri migas

dalam negeri. Pabrikan ini punya kapabilitas, fasilitas dan kapasitas memproduksi ball

valve kualitas terbaik, yang dibutuhkan end user, dalam hal ini KKKS. Tak main-main,

pelanggannya antara lain adalah PT Pertamina Hulu Mahakam, bp, Medco,

Mubadala, Pertagas, dan beberapa persusahaan besar lainnya. Semua proses

pabrikasi, mulai dari disain, permesinan, perakitan, uji coba sampai pengiriman produk

ke pemakai dilakukan di dalam negeri. Bahkan TRK dapat memproduksi ball valve

yang customize, sesuai kebutuhan pelanggan

Selain itu juga terdapat mitra binaan PT Laban Raya Samodra yang bergerak di

bidang general trading bahan kimia industri, baik untuk kebutuhan ekspor dan impor.

Perusahaan yang telah berdiri sejak 1988 itu memiliki jaringan distribusi yang dapat

diandalkan.

================================================================

TENTANG SKK MIGAS

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK

Migas) adalah institusi yang dibentuk oleh pemerintah Republik Indonesia melalui

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan

Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. SKK Migas bertugas

melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan

Kontrak Kerja Sama. Pembentukan lembaga ini dimaksudkan supaya pengambilan

4

sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan

penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Top