Balikpapan—Pengelolaan Wilayah Kerja Mahakam di Kalimantan Timur telah resmi diserahkan kepada Pertamina. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis beberapa jam sebelum pergantian tahun 2017 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dengan peralihan ini, operator Blok Mahakam akan dioperatori oleh PT Pertamina Hulu Mahakam.

 

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan lifting gas dan kondensat dari Blok Mahakam sangat penting bagi pemerintah dalam memenuhi target penerimaan negara dari sektor hulu migas. “Hal ini menjadi perhatian pemerintah dan juga SKK Migas.” ujar Amien.

 

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam mengatakan pengelolaan Blok Mahakam sangat menantang baik secara kondisi operasinya maupun secara siklus lapangan-lapangannya yang sudah dikategorikan mature fields. “Ini menjadi suatu tantangan tersendiri bagi kami untuk dapat mengoperasikan Mahakam dengan baik,”ujar Syamsu.

 

Dia mengatakan aset utama Wilayah Kerja Mahakam adalah sumber daya manusia dan Pertamina menegaskan akan menjaga aset tersebut. “Bersama kawan-kawanlah kita akan buktikan bahwa Blok Mahakam ini masih berkontribusi untuk Indonesia,” ujarnya.

 

Syamsu juga meminta pekerja Total E&P Indonesie Indonesia yang nantinya akan bergabung dengan PT Pertamina Hulu Mahakam untuk tetap mempertahankan standard keamanan dan keselamatan kerja yang tinggi sebagaimana yang sudah mereka jalankan saat ini.

 

Blok Mahakam saat ini masih menjadi salah satu produsen gas terbesar di Indonesia. Saat ini terdapat 695 sumur yang berproduksi di wilayah kerja ini. Per akhir Desember 2017, produksi Blok Mahakam adalah sebesar 1.286 MMSCFD untuk gas dan 51.800 BOPD untuk kondensat.