Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 52 tahun 2017 tentang Perubahan atas Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Penataan kembali skema gross split ini dimaksudkan untuk tetap menjaga iklim investasi pada industri hulu migas.

“Perubahan Permen ini setelah mempertimbangkan berbagai masukan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang tetap mengusung fairness,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (Biro KLIK) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana sebagaimana dilansir website Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Senin (4/9).

Menurut publikasi tersebut, salah satu perubahan yang diusung Permen Nomor 52 tahun 2017 adalah adanya stimulus bagi para investor melalui pemberian insentif saat pengembangan lapangan migas Plan of Development (POD) II. Hal ini belum diatur dalam regulasi sebelumnya.

Dadan mengatakan Permen Nomor 52 tahun 2017 ini akan segera disosialisasikan kepada Kontraktor KKS dan pemangku kepentingan terkait lainnya. Isi lengkap regulasi ini dapat dilihat pada tautan berikut: Permen ESDM Nomor 52 tahun 2017.