Jakarta- Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) PT Chevron Pacific Indonesia, PT Pertamina Hulu Energi ONWJ (PHE ONWJ) dan Total E&P Indonesie melakukan tajak sumur pengembangan di bulan Juli dan Agustus 2017. Kegiatan ini merupakan bagian dari usaha untuk tetap mempertahankan produksi migas di masing-masing wilayah operasi.

Tajak merupakan dimulainya pengeboran sumur. Chevron merencanakan melakukan tajak tiga sumur di bulan Juli dan Agustus 2017, yaitu sumur MENO N4-W1-84C; MENO N4-W1-84B; dan MENO O-O-48A. PHE ONWJ melakukan satu tajak sumur, yaitu sumur KLB-18, di bulan Juli 2017. Sedangkan Kontraktor KKS Total E&P Indonesie merencanakan melakukan tiga tajak sumur dalam periode Juli sampai Agustus 2017. Tiga sumur tersebut adalah TN-C411; TN-C449; dan TN-IX117.

SKK Migas menyampaikan kepada tiga kontraktor tersebut untuk melakukan pengeboran dengan mematuhi dan mengikuti ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku dan selalu berpedoman pada kaidah keteknikan yang baik dan benar atau Good Engineering Practices. Semua kemajuan pelaksanaan pekerjaan, kendala operasi serta peningkatan biaya dan perubahan ruang lingkup pekerjaan harus disampaikan kepada SKK Migas.

Pengeboran merupakan aktivitas inti dari kegiatan hulu migas. Migas tidak akan bisa ditemukan atau diangkat ke permukaan tanpa adanya kegiatan pengeboran. SKK Migas berharap seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat di sekitar wilayah operasi, untuk dapat mendukung kegiatan tajak sumur tiga KKKS tersebut. (alf)