Ada pepatah, "Jika harus memilih antara ilmu dan harta, maka pilihlah ilmu. Karena ilmu yang tepat bisa melahirkan harta". Berlandaskan prinsip tersebut, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Sebagai wujud komitmennya, sudah banyak aksi konkret yang dilakukan SKK Migas dan Kontraktor KKS dalam mengembangkan pendidikan di sekitar Wilayah Kerja (WK) Migas. Hal ini dilakukan tanpa melupakan tugas utamanya yaitu melakukan eksplorasi dan produksi migas.

Program pendidikan yang dijalankan melalui tanggung jawab sosial (TJS), menjadi salah satu prioritas dibandingkan bidang yang lain. Sebagai gambaran, dari sekitar Rp 470 miliar komitmen tanggung jawab sosial di industri hulu migas tahun 2016, pendidikan mendapat porsi 19%. Program TJS di bidang pendidikan diarahkan pada kegiatan strategis yang bisa menjawab berbagai masalah pendidikan di Indonesia. Meliputi beasiswa, infrastruktur pendidikan, peningkatan kompetensi guru dan kompentensi hulu migas.

Dalam menjalankan programnya, industri hulu migas bekerja sama dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi, lembaga swadaya masyarakat lokal dan nasional, serta pemerintah daerah dan pusat.

Kepedulian industri hulu migas juga diwujudkan melalui pembangunan kembali sekolah-sekolah di daerah pasca bencana. Tercatat industri migas telah menyalurkan hampir Rp 30 miliar untuk infrastruktur pendidikan di daerah bencana, seperti Yogyakarta, Sumatra Barat dan Jawa Barat.

Di Kabupaten Musi Banyuasin – Sumatera Selatan, salah satu Kontraktor KKS berkolaborasi dengan masyarakat dan sebuah perusahaan perkebunan membangun Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Hijriyah, Sungai Lilin.

Di atas lahan hibah masyarakat tersebut, industri hulu migas terlibat langsung dalam pembangunan dua ruang belajar dan satu ruang guru. Nurhayati, salah satu warga desa setempat mengaku senang dengan bantuan pembangunan madrasah tersebut.

Menurut Nurhayati, sudah lama warga mendambakan adanya madrasah dengan bangunan yang berkualitas baik dan juga memadai. Dengan pembangunan madrasah itu, jam belajar siswa pun menjadi lebih banyak, yakni pagi dan sore hari. "Anak-anak bisa belajar dengan senang dan guru juga mengajar merasa nyaman," kata Nurhayati.

Di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban – Jawa Timur, salah satu kontraktor KKS bermitra dengan Yayasan Mitra Pembelajaran (YMP) menjalankan Program Pelatihan Bahasa untuk Guru bahasa Inggris (Language Training Program for English Teachers) dengan pola workshop.

Pada tahap awal program, 18 guru bahasa Inggris di Kabupaten Bojonegoro dan 15 guru bahasa Inggris di Kabupaten Tuban diberi pelatihan metode mengajar bahasa Inggris yang efektif dan menarik.

Tidak hanya sampai di situ, para guru pun diberikan akses terhadap sejumlah materi ajar alternatif yang dapat mereka gunakan. Seperti video dan bahan bacaan yang baik untuk melatih kepekaan berbahasa Inggris.

"Guru terampil yang dilengkapi dengan materi ajar yang tepat dan up-to-date akan dapat meningkatkan motivasi siswa," kata pakar pendidikan nasional – Itje Chodidjah yang terlibat dalam program tersebut.

Warga kelurahan Jawa, kecamatan Sanga-Sanga, kabupaten Kutai Kartanegara – Kalimantan Timur juga sangat merasakan manfaat program dari industri hulu migas. Di Sanga-Sanga, kontraktor KKS bekerja sama dengan Dana Peduli Umat (DPU) Kalimantan Timur.

Mereka menggelar "Pelatihan 100 Guru PAUD Hebat" yang diikuti oleh guru-guru TK/PAUD se-Kecamatan Sanga-Sanga, Anggana, Muara Jawa dan Samboja. Materi yang diberikan seputar cara guru memahami metode pengajaran dan upgrade kurikulum 2013 bagi pendidikan usia dini.

Pelatihan ini disambut antusias karena peserta terbilang jarang mendapatkan program peningkatan serta kompentensi guru TK/PAUD di wilayahnya. "Saya berharap ada tahapan berikutnya karena guru-guru di sekolah kami termasuk di sekolah lain di Sanga-Sanga belum semua memperoleh kesempatan yang sama," ucap Sumarti, salah satu guru.

Pendapat serupa dilontarkan pimpinan Kelompok Bermain (KB) Mawar yang berada di jalan Simpang Tani Kelurahan Jawa, Suminah. "Program ini patut dicontoh karena perusahaan bersama lembaga pendidikan juga memiliki tanggungjawab yang sama dalam upaya memajukan pendidikan anak bangsa," katanya. Atas asistensi dari industri hulu migas, salah satu PAUD di wilayah Wajo bahkan menyabet juara 1 PAUD se-Sulawesi Selatan.

Juru Bicara SKK Migas – Taslim Z. Yunus mengatakan, industri hulu migas berkomitmen terus meningkatkan program TJS. Dia mengingatkan, TJS bidang pendidikan sektor hulu migas haruslah bukan sekadar charity atau kegiatan amal belaka, melainkan harus bersifat strategis.

"Artinya, harus dapat memberdayakan dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia," katanya. Harapannya, TJS yang dilakukan tersebut memiliki aspek keberlanjutan bagi sumber daya alam, maupun sumber daya manusia.